Percakapan chatsex


Jam istirahat makan seperti biasa semua orang ngumpul di EDR untuk makan siang, dan suatu kebetulan lagi waktu nyari tempat duduk ternyata kursi yang kosong ada di sebelah Vivi, akhirnya aku duduk disana dan menyantap makanan yang sudah kuambil.Setelah selesai makan, kebiasaan kami ngobrol ngalor-ngidul sambil menunggu waktu istirahat habis, karena aku duduk disebelah dia jadi aku ngobrol sama dia, padahal sebelumnya aku males ngobrol sama dia. ” aku memulai percakapan “Baik pak.” “Trus gimana kerjaannya? ” “Sekarang sedang meneruskan studi di amerika, baru berangkat satu bulan yang lalu.” “Oh begitu, baru tahu aku.” “Ingin lebih pintar katanya pak.” “Ya baguslah kalau begitu, kan nantinya juga untuk mesa depan berdua.” “Iya pak.” Setelah jam istirahat habis semua kembali ke ruangan masing-masing untuk meneruskan kerjaan yang tadi terhenti. Pukul setengah tujuh aku bermaksud beres-beres karena penat juga kerja terus, tanpa sengaja aku nengok ke arah pintu ruanganku ternyata Vivi masih ada di mejanya.Setelah semua beres akupun keluar dari ruangan dan bermaksud untuk pulang, aku melewati mejanya dan iseng aku nyapa dia. ” “Iya pak, ini baru mau pulang, baru beres, banyak kerjaan hari ini” Aku merasakan gaya bicaranya lain hari ini, tidak seperti hari-hari sebelumnya yang kalau bicara selalu kedengaran resmi, yang menimbulkan rasa tidak akrab.“Ya udah kalo begitu kita bareng aja.” ajakku menawarkan.“Aduh Pak nendi, gimana dong itu kakinya.” “Nggak apa-apa, nanti aku cuci kalo udah nyampe rumah.” “Dicuci disini aja pak, nanti nggak enak sepanjang jalan kecium baunya.” “Ya udah, kalo begitu aku ikut ke toilet.” Setelah membersihkan kaki aku diperliahkan duduk di ruang tamunya, dan ternyata disana sudah menunggu segelas kopi hanngat.Sambil menunggu kakiku kering kami berbincang lagi.

100 free cam2cam porno



” “aku sendiri bingung Pak harus bagaimana.” Mendengar jawaban seperti itu dalam otakku timbul pikiran kotor lelaki.Setelah dapat berdiri dengan sempurna Vivi memandang ke arahku sambil tersenyum, ya ampun menurutku itu merupakan sesuatu yang istimewa mengingat sifatnya yang kuketahui selama ini.“Terima kasih Pak nendi, hampir saja aku terjatuh.” “Oh, nggak apa-apa, maaf barusan tidak sengaja.” “Tidak apa-apa.” Seperti itulah dialog yang terjadi pagi itu.“Gimana kalau besok-besok aku kasih apa yang kamu pengen?

” “Yang aku mau yang mana pak.” “Lho, itu yang sepanjang jalan kamu bilang belum pernah ngalamin.” “Ah bapak bisa aja.” “Bener kok, aku bersedia ngasih itu ke kamu.” Termenung dia mendengar perkataanku tadi, melihat dia yang sedang menerawang aku berpikir kenapa juga harus besok-besok, kenapa nggak sekarang aja selagi ada kesempatan.

Sudah kebiasaanku setiap tiga puluh menit memandang gambar panorama yang kutempel dikaca pintu ruanganku untuk menghindari kelelahan pada mata, tapi ternyata ada sesuatu yang lain di seberang pintu ruanganku pada hari itu, aku melihat Vivi sedang memandang ke arah yang sama sehingga pandangan kami bertemu.


Percakapan chatsex comments


  • Pengertian chatting dan macam - macam chatting profil de paulette60

    paulette60

    Jangan memaksakan kehendak, apapun alasan partner chatting sehingga dia tidak mau melayani percakapan dengan kita.…